Sabtu, 2008 Februari 16

Sang “Legenda” yang Gagal...

Cerita ini merupakan pengalamanku pada saat hendak melakukan touring bersama teman-teman ke Ketep Pass, Magelang. Pengalaman ini menceritakan kegagalan sebagian kelompok touring mencapai Ketep gara-gara motor Honda Astrea “Legenda” milikku ngadat. Begini ceritanya...

Kebetulan motorku itu dikendarai temanku. Pada awalnya tidak masalah namun hingga Ring Road Sleman, mesin motor mulai tidak stabil atau “mbrebet”. Kami memutuskan untuk tetap memacunya hingga perbatasan akhir sleman atau sekitar tempel dan disitulah Sang Legenda enggan berlari lagi alias mogok. Motor coba distater namun tetap tidak nyala malah bunyi jroot yang keluar. Kami memutuskan untuk memasukkan ke bengkel terdekat dan mekanik bengkel tersebut memvonis pengapian sudah mati artinya CDI atau Koil sudah rusak. Awalnya saya percaya karena CDI yang saya pakai tidak ori lagi dan saya ganti dengan Merk Shindengen cukup seharga Rp45.000. Kemudian kami mambawa kembali ke Kota Jogja dan pada saat kembali, saya mencoba beberapa kali meng-kick starter motor dan ternyata nyala! Wew kalau begini pengapian tidak mungkin mati berarti mekanik bengkel tadi ngawur dan semrawut karena dia juga memasang kembali komponen-komponen motor tidak pas atau asal-asalan.

Motor berhasil dinaiki dengan mesin menyala dari Sleman hingga Kota Jogja. Sampai di Jogja langsung saya masukkan motor ke bengkel yang lebih bagus “Yuli Motor” dan setelah di otak-atik ternyata hanya karburasinya yang kotor saja. Yak elah! Kenapa mekanik bengkel yang di Sleman tadi tidak skalian bilang “Ganti Blok Mesin Aja Mas!” biar tambah menjadi-jadi ngawurnya.

Setelah motor jadi dan distater tokcer, maka setelah Maghrib motor saya pacu kembali menuju Sragen dengan kondisi cuaca hujan lebat! Saking asyiknya memacu motor hingga kecepatan tinggi :), tiba-tiba motor menerjang genangan air yang cukup dalam di sekitar depan Candi Prambanan sebanyak 2 kali. Oops! Ternyata motor tidak mogok bahkan mbrebet sama sekali hingga sampai Sragen dengan kondisi cuaca hujan lebat sepanjang perjalanan.

Begitulah cerita Sang Legenda yang gagal dan menggagalkan sebagian kelompok touring ke Ketep Pass. Mungkin mereka simpati dengan saya karena motor saya paling jadul :) hingga mereka rela kembali ke Kota Jogja.

Kamis, 2008 Januari 24

Pekerjaan Sistem Analyst

Berikut kami mencoba untuk mendeskribsikan pekerjaan sebagai SA.

Para SA memulai pekerjaannya dengan bertanya kepada orang di suatu perusahaan apa yang mereka butuhkan yang dapat komputer kerjakan. Kemudian, mereka merencanakan sebuah sistem komputer yang dapat mengerjakan tugas tugas-tugas secara baik. Sebuah sistem dapat terdiri dari banyak komputer yang berkerja secara bersamaan dan dengan software dan tool yang berbeda pula.

Apabila SA sudah paham mengenai sistem yang dibutuhkan, maka SA menggambar diagram dan bagan untuk mendapatkan informasi penting. Setelah itu SA membeli software dan tool yang digunakan untuk programer dan SA meminta programer membuat suatu software yang diinginkan oleh SA.

Pekerjaan utama yang lain adalah membuat komputer agar dapat bekerja bersama yaitu dengan menghubungkan ke jaringan agar informasi dapat diakses dari satu komputer ke komputer lain.

Setelah merancang sebuah sistem, SA mengujinya untuk memastikan sistem tersebut bekerja dengan baik. SA memastikan pemrosesan informasi dilakukan dengan cepat dan tanpa kesalahan, kemudahan dalam penggunaan dan mengubah rancangan untuk membuat sistem yang lebih baik.

SA biasanya bekerja di sebuah kantor dapat juga di rumah dan mempunyai tim.

Kebanyakan SA telah kuliah kurang lebih 4 tahun di jurusan Ilmu Komputer, Teknik Informatika atau Sistem Informasi. Ada juga yang bukan berlatar belakang komputer.

Beberapa analis telah mempunyai gelar master di bidang bisnis. hal ini membantu dalam menentukan tipe komputer dalam kebutuhan bisnis.

Analis butuh untuk memahami tentang komputer, penghitungan, perencanaan dan kemampuan melogika.

SA membutuhkan keahlian bicara dan menulis yang baik karena SA harus dapat menjelaskan sistem yang telah dibuat dan memberikan instruksi yang bagus.

Gaji seorang SA usia 20-24 sebesar $896 dan diatas usia itu sebesar $1150 per minggu dan prospeknya dinilai Good (bagus). Berdasar ABS Employee Earnings, Benefits and Trade Union Membership, August 2003


Selasa, 2008 Januari 22

Paymet Gateway

Payment Gateway

Artikel ini ada sangkut pautnya dengan e-commerce. Mata kuliah ini ada di semester 6 dan ditujukan bagi yang mengambil wajib minat B tetapi bukan berarti wajib minat A tidak boleh mengambil/mempelajari lho...
Berikut ulasannya,
Payment gateway (PG) adalah penyedia layanan aplikasi e-commerce yang meng-otorisasi pembayaran untuk e-bisnis, pengecer online, bricks and clicks. Hal ini serupa dengan terminal fisik Point of Sale yang di letakkan di kebanyakan outlet pengecer. Payment gateway mengenkripsi informasi yang sensitif seperti nomor kartu kredit, untuk meyakinkan informasi ini melawati antara kustomer dan penjual secara aman.

Cara kerja PG:
PG memfasilitasi transfer informasi antara portal pembayaran dan pemroses akhir atau bank secara cepat dan aman.
Ketika seorang pembeli memesan sebuah produk melalui PG yang diaplikasikan oleh penjual, PG menampilkan tugas yang beragam untuk proses transaksi; tugas yang diselesaikan oleh PG tidak diketahui/terlihat oleh pembeli hanya mendapat konfirmasi saja dari penjual bahwa transaksi telah berhasil.

Di Indonesia ada salah satu payment gateway yaitu http://www.pay.indo.com/.

Dengan adanya payment gateway ini, merchant tidak perlu repot lagi mengurus perjanjian dengan bank seperti halnya toko yang menerima gesek kartu kredit karena yang mengurus semua itu adalah PG dengan bank yang bersangkutan sedangkan merchant (penjual) hanya menyediakan fitur PG di dalam websitenya. Juga PG diyakini lebih aman dibanding sistem yang lain

Masalah sekuritas PG di bahas pada segmen lain.

Gambar: pay.indo.com